Tekor di Jalan, Isu Utama Warga Maja yang Bekerja di Jakarta

SEKITARMAJA.COM, MAJA – Jika di daerah permukiman lain, masalah utamanya adalah banjir, legalitas, dan pengembang ‘nakal’, Maja memiliki masalah unik: warganya yang bekerja di Jakarta harus menerima kenyataan waktu mereka habis di perjalanan pergi-pulang ke kantor. Durasi total waktu perjalanan yang dihabiskan warga bisa bervariasi, dari total 90 menit (Maja-BSD), hingga 4 jam (Maja-Jakarta Utara) setiap harinya.

Sebagaimana dilaporkan oleh Kompas.com hari Minggu lalu (20/9/2026), seorang warga Maja yang bekerja sebagai pegawai swasta bernama Nur Asri (42). Sebelum membeli rumah di Maja, ia menyewa rumah sejak 2015 di ibu kota. Begitu ia ingin memiliki rumah, survei pun ia lakukan dan pilihan jatuh pada area Maja, Lebak yang menurutnya bisa memenuhi kebutuhannya atas rumah yang layak, bebas banjir, memiliki garasi mobil, dan harganya terjangkau.

BACA JUGA: 5 Alasan Utama kenapa Sebagian Warga Maja Belum Ber-KTP Maja

Cemas Legalitas

Di sekitar Jakarta, rumah dambaan Nur mungkin ada tetapi lokasinya ada di gang-gang sempit yang legalitasnya dipertanyakan. Aspek kelayakan dan kesehatan juga diragukan sebab jarak antarrumah demikian sempit, sampai sinar matahari tidak bisa menjangkau masuk ke dalam rumah. Hal ini terdengar remeh tetapi sangat penting bagi kesehatannya sebagai penghuni.

Sebagai konsekuensi dari keputusannya tinggal di Maja, kini Nur Asri mesti menikmati perjalanan Commuterline sepanjang 60 kilometer setiap hari ke tempat kerja. Di jam sibuk, waktu total perjalanan Maja-Jakarta yang harus ia lakoni bisa mencapai lebih dari 4 jam. Jadi sekali pergi atau pulang bisa makan waktu lebih dari 2 jam.

BACA JUGA: Resmi Ganti Nama Menjadi “Citra Maja City”, Pengembang Terus Siapkan Maja Menjadi Kota Mandiri

Potensi Pengeluaran Ekstra

Masalah-masalah yang kini ia harus hadapi ialah saat Commuterline jurusan Rangkasbitung mengalami gangguan layanan. ia bisa terdampar di Jakarta dan harus memakai sepeda motor atau ojek daring untuk sampai rumahnya. Ongkosnya bisa sampai Rp500.000 sekali jalan. Kantor tentu tidak menanggung pengeluaran ini.

Opsi lain, ia bisa menginap rumah teman di Jakarta tetapi tentu ia harus menyiapkan ongkos menginap berupa sejumlah uang untuk mentraktir makan sang pemilik rumah. Apalagi pekerjaannya kadang mengharuskannya lembur malam sehingga ia kerap ketinggalan jadwal kereta terakhir menuju Maja. Ini menjadi pengeluaran tambahan yang cukup merepotkan.

Ditanya mengenai rasanya menjalani kehidupan seperti ini, Nur Asri berkomentar bahwa dirinya sadar inilah konsekuensi dari keputusannya tinggal di Maja, Lebak yang jauh dari pusat ekonomi di Jakarta. “Kini saya dalam tahap menikmati ketidaknyamanan kecil menaiki kereta commuterline,” ujarnya melalui laman Kompas.com.

BACA JUGA: Dari TK Hingga SMA, Inilah Fasilitas Pendidikan di Citra Maja City

Bekerja di Maja sebagai Solusi

Masalah yang dialami Nur Asri di atas bisa diatasi dengan bekerja di Maja. Namun, harus diakui bahwa ketersediaan lapangan kerja di Maja masih sangat terbatas. Pun jika ada, estimasi pendapatan masih jauh tertinggal dari Jakarta sebagai pusat segala aktivitas ekonomi negara.

Hingga kini, lapangan kerja yang tersedia di Maja masih didominasi sektor konstruksi, mengingat area permukiman yang masih terus berkembang. Ditambah saat ini masih berlangsung sebuah proyek strategis nasional dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Pembangunan proyek Karian Dam–Serpong Water Conveyance System (KSCS) Package 3 ini masih berlangsung hingga saat ini. Target penyelesaian proyek masih sekitar setahun lagi, yakni 3 Agustus 2027.

Kemudian ada juga sektor pendidikan. Karena populasi Maja yang didominasi keluarga muda dengan anak-anak usia sekolah, perkembangan sektor pendidikan di sini relatif makin bergairah dari tahun ke tahun. Hal ini ditandai dengan munculnya sejumlah sekolah dari tingkat prasekolah, TK, hingga SMA/SMK dan lembaga pendidikan informal sebagai penyokongnya. (*/)

BACA JUGA: Daftar TK/PAUD di Maja, Lebak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top