
SEKITARMAJA.COM, MAJA – Geger gara-gara seekor babi pernah melanda warga Kampung Dukuh Jati, Desa Padasuka, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten.
Peristiwa unik ini terjadi pada Minggu siang tanggal 7 Agustus 2011. Seekor babi yang menerobos jendela kaca rumah seorang janda bernama Kamsinah sontak membuat gempar warga setempat. Demikian dilaporkan antaranews.com.
Berwajah Pasrah
Insiden unik berbau klenik ini bermula saat Mustopa, seorang warga yang sedang berada di depan kios, melihat seekor babi melintas dan berlari kencang menerobos masuk ke rumah Kamsinah. Merasa terkejut dan ketakutan, ia langsung berteriak meminta bantuan. Tak lama, puluhan warga berdatangan dan mengepung rumah Kamsinah.
Warga menduga babi tersebut adalah “babi ngepet” atau babi jadi-jadian. Kecurigaan ini muncul karena belakangan sejumlah warga kerap kehilangan uang dalam waktu yang hampir bersamaan dengan kemunculan hewan tersebut.
“Saat kami tangkap, babi itu tidak melawan. Malah terlihat memelas dan pasrah. Moncong dan kakinya kami ikat, tapi belum sempat dikurung dia langsung mati tanpa luka,” ujar Mustopa saat ditemui di lokasi.
Yang lebih mengherankan, menurut Mustopa, hewan tersebut mengeluarkan air mata sesaat sebelum mati. Babi itu berukuran panjang sekitar satu meter dan tinggi 50 sentimeter, tidak memiliki taring, serta berbulu hitam.
Keanehan lain ikut memperkuat keyakinan warga bahwa babi tersebut bukan hewan biasa. Ketika telinganya dilukai, tidak setetes pun darah keluar. Bentuk kakinya pun dinilai berbeda dari babi pada umumnya.
“Di sini nggak ada yang pelihara babi, apalagi lokasinya jauh dari hutan. Makin aneh saja,” tambah Sarip (46), warga setempat.
Sarip mengungkapkan, babi tersebut telah beberapa kali muncul dalam tiga pekan terakhir, terutama pada malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon. Bertepatan dengan kemunculannya, sejumlah warga melaporkan kehilangan uang secara misterius.
Kamsinah, pemilik rumah, mengaku tidak menyadari kejadian itu karena sedang mencuci piring di dapur. “Saya baru tahu setelah dikasih tahu warga,” katanya.
Akhirnya, bangkai babi tersebut masih menjadi tontonan warga yang datang berbondong-bondong ke Kampung Dukuh Jati.
Habitat Ideal Babi
Tak cuma sekali itu, Maja juga kembali dihebohkan dengan peristiwa mirip pada Senin tanggal 30 September 2024 lalu. Seekor babi liar tampak ramai-ramai diamankan warga di sekitar Kampung Rajab, Desa Pasirkembang, Kecamatan Maja, yang juga berdekatan dengan area Citra Maja City.
Lain dari kasus penangkapan babi sebelumnya di tahun 2011 yang beraroma mistik, kali ini tidak ada isu klenik karena tidak ada warga yang melaporkan adanya kehilangan sejumlah uang atau harta lainnya.
Terlepas dari isu babi pesugihan ini, Maja sendiri memang masih memiliki sedikit populasi hewan liar yang makin terdesak dengan perkembangan pembangunan permukiman yang pesat di era tahun 2010-an. Bahkan salah satu insiden berkeliarannya seekor babi liar pernah terjadi pada tahun 2025 di area Pasar Maja. Warga sekitar berhasil menangkap dan membunuh hewan tersebut.
Secara umum, area Kabupaten Lebak yang masih didominasi hutan, kebun luas dan ladang memang menjadi habitat ideal bagi kawanan babi hutan. Begitu banyaknya populasi babi hutan ini hingga kerap merugikan para petani yang menanam tanaman pangan. (*/)