Kota Maja Baru Habitat Alami Banyak Spesies Ular, Begini Cara Pencegahan dan Penanganan Gigitannya

Dramatic close-up of a snake with open mouth in a dark, forest-like setting.
Warga Maja wajib tanggap risiko gigitan ular. (Foto: Pexels.com)

SEKITARMAJA.COM, MAJA – Wilayah Maja di Kabupaten Lebak, Banten ini memang dikenal sebagai bagian dari habitat alami beragam jenis ular. Menurut laman mongabay.co.id, telah ada 4 korban meninggal akibat gigitan ular tanah yang berbisa dari 36 kasus yang tercatat di wilayah Suku Baduy di Lebak. Yayasan Penyelamat Satwa Liar juga mencatat lebih dari 100 laporan gigitan ular tanah dalam setahun, terutama di area kabupaten Serang, Cilegon, Lebak, dan Pandeglang.

Di Maja sendiri, kasus ditemukannya ular baik king cobra dan ular piton di area permukiman sudah terjadi. Hal ini memang tidak mengherankan sebab area Maja sebelumnya didominasi kebun, sawah dan ladang yang menjadi habitat alami ular. Sebagian dilaporkan ke pihak berwenang seperti Pemadam Kebakaran dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan sebagian ditangani oleh warga sendiri. Namun, sayangnya masih banyak warga yang belum paham cara penanganan gigitan ular berbisa yang bisa mengancam nyawa.

BACA JUGA: Warga Citra Maja City Dikejutkan Ular Piton 2,5 Meter di Kloset! Ini 5 Tips Cegah Ular Masuk Rumah

Pengetahuan Dasar Penanganan Gigitan Ular

Mengutip pernyataan dokter spesialis toksinologi (ilmu mengenai toksin/ bisa) dr. Tri Maharani melalui laman mongabay.co.id, umumnya ada sejumlah kesalahan penanganan gigitan ular berbisa yang malah bisa memperburuk kondisi korban gigitan.

Bila ada korban gigitan ular, kita wajib menghindari tindakan-tindakan yang bisa memperparah kondisi korban, misalnya mengikat area luka gigitan dengan benda apapun, menyayat area luka gigitan ular, menyedot bisa ular dengan mulut, memberi minuman ramuan herbal tertentu yang belum tentu membantu penanganan, dan sebagainya.

Tindakan yang benar untuk pencegahan memburuknya korban gigitan ular berbisa ialah dengan menerapkan imobilisasi. Artinya kita harus membidai anggota tubuh yang terkena gigitan ular agar tidak bergerak dengan tujuan mencegah penyebaran bisa secara lebih cepat. Pembidaian ini berbeda dari tindakan mengikat luka gigitan.

Pembidaian ini hanya menunda penyebaran bisa sehingga kita tetap harus menghubungi rumah sakit terdekat atau membawa korban menuju ke pusat kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang bisa dianggap relatif siap menangani korban gigitan ular ialah puskesmas yang telah memiliki peralatan seperti tabung oksigen, alat bantu napas, infus, dan alat pemeriksaan darah. Pemberian serum antibisa hanya bisa diberikan di rumah sakit dengan alasan bahwa serum ini dapat memicu reaksi alergi pada sejumlah kecil orang. Jika diberikan di rumah sakit, risiko alergi berat bisa ditangani agar tidak memperparah kondisi yang sudah ada.

Agustus Musim Penetasan

Masyarakat juga patut mengetahui pengetahuan dasar mengenai perkembangbiakan ular. Misalnya kita harus tahu bahwa bulan Juni hingga Agustus ialah masa rawan terjadinya gigitan ular karena di bulan-bulan itulah musim hujan mulai terjadi dan ini menandai periode penetasan telur ular-ular di alam bebas.

Menurut keterangan Yayasan Sioux Indonesia, kita bisa membedakan ular berbisa dari ular yang tidak berbisa dengan cara belajar mengenali dan menghapal spesies ular yang dominan di sekitar wilayah kita tinggal. Berbisa atau tidaknya seekor ular tidak bisa dipastikan hanya dengan mengenali pupil matanya, bentuk kepalanya, caranya bergerak, jam aktifnya, punya tidaknya ular tersebut sisi jenis loreal, dan sebagainya.

Jika Digigit Ular

Pertolongan pertama korban gigitan ular berbisa menurut rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 hanyalah imobilisasi atau pembidaian.

Caranya adalah tetap bersikap tenang terutama jaga ketenangan korban. Sikap panik terutama pada korban hanya akan mempercepat efek bisa pada ketahanan badannya.

Tenangkan korban dengan mendudukkannya, membuatnya rileks, dan berikan minuman yang bernutrisi. Lalu segera gunakan bidai, pembungkus luka yang elastis (elastic bandage), atau alat lainnya yang bisa mengurangi gerakan di area gigitan.

Cari dan perhatikan ciri fisik ular yang menggigit korban sebagai informasi dasar untuk penanganan nantinya. Tindakan lain bisa berisiko memperburuk kondisi korban.

Bawa segera korban ke rumah sakit terdekat untuk penanganan selanjutnya dan pemberian serum antitoksin sesuai jenis ular yang menggigit.

Daftar Nomor Penting Kasus Gigitan Ular di Maja

Jika ular masih hidup dan berkeliaran di sekitar rumah, hubungilah Balai Konservasi Sumber Daya Alam terdekat di Serang melalui nomor 089649964075.

Bisa juga Anda hubungi Pemadam Kebakaran Banten di nomor 081314149917 atau Damkar Lebak di nomor 0895403512266.

Untuk nomor ambulans, Anda bisa hubungi di 118/119.

Sementara itu, nomor Rumah Sakit Misi Lebak adalah (0252) 201014 atau 0821-1322-4203.

Sebagai alternatif, bisa Anda hubungi nomor Rumah Sakit Kartini Lebak di 0252 – 5551333.

Pencegahan Gigitan Ular

Mencegah gigitan ular bisa dilakukan dengan membuatnya tidak nyaman untuk masuk ke dalam lingkungan rumah kita.

Cara-cara yang efektif mengusir ular agar tidak masuk ke area permukiman kita ialah dengan memastikan kebersihan area rumah dari hewan-hewan mangsa alami ular seperti burung, reptil, hewan-hewan mengerat dan amfibi. Bila hewan-hewan kecil ini beranak pinak di sekitar rumah, mereka bisa menarik ular untuk masuk rumah.

Cara berikutnya ialah upayakan jangan sampai ada area sempit, gelap, lembap dan penuh tumpukan barang di dalam dan luar rumah. Itu karena area seperti itu adalah area favorit ular. Banyak ular ditemukan di saluran air yang tak tertutup jaring-jaring dengan baik sehingga ular masuk ke saluran air yang lembap dan gelap tadi.

Cara ketiga ialah dengan menutup jalan masuk ular ke dalam rumah dengan memasang jaring kawat yang rapat dan halus. Anda bisa gunakan jaring-jaring untuk mencegah masuknya ular ke saluran air rumah.

Cara keempat ialah dengan rajin membersihkan dan memantau area sekitar dan dalam rumah. Jangan biarkan lantai rumah kotor dan berdebu sampai berminggu-minggu. Di area sekitar rumah juga jangan sampai rumput dan ilalang dibiarkan tumbuh liar sampai terlalu tinggi dan rapat. Potong rumput dan rapikan pepohonan di sekitar rumah secara berkala.

One thought on “Kota Maja Baru Habitat Alami Banyak Spesies Ular, Begini Cara Pencegahan dan Penanganan Gigitannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top