
MAJA, SEKITARMAJA.COM – Berdasarkan survei terbaru dari Rumah123, terungkap bahwa perempuan lebih aktif dalam mencari dan mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dibandingkan laki-laki. Data menunjukkan bahwa 52% pencari properti adalah perempuan, sementara laki-laki berada di angka 48%.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran tren di mana perempuan semakin berperan penting dalam pengambilan keputusan terkait kepemilikan rumah, baik untuk tempat tinggal maupun investasi. Lalu, apa yang menjadi alasan di balik dominasi perempuan dalam pasar properti ini?
Perempuan Lebih Teliti dalam Mencari Hunian
Salah satu alasan utama perempuan lebih dominan dalam pengajuan KPR adalah ketelitian mereka dalam memilih hunian. Menurut Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, perempuan cenderung lebih detail dalam mempertimbangkan berbagai aspek, seperti lokasi, fasilitas, dan harga. Hal ini membuat mereka lebih aktif dalam mencari informasi dan membandingkan opsi properti yang tersedia.
Preferensi terhadap Rumah Tapak
Baik perempuan maupun laki-laki memiliki preferensi yang serupa dalam memilih jenis properti, yaitu rumah tapak. Sebanyak 82,6% perempuan memilih rumah tapak dibandingkan apartemen, angka yang hampir setara dengan laki-laki di 82,7%. Rumah tapak dinilai lebih fleksibel dalam hal pengelolaan ruang dan kepemilikan tanah, sehingga menjadi pilihan utama bagi mayoritas pencari properti.
Dominasi dalam Segmen Harga Menengah
Perempuan lebih banyak mendominasi segmen harga rumah menengah, yaitu antara Rp400 juta hingga Rp3 miliar. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Rp1-3 miliar: 33,2%
- Rp400 juta-Rp1 miliar: 28,3%
- Di bawah Rp400 juta: 16,5%
- Di atas Rp5 miliar: 12,3%
- Rp3-5 miliar: 9,7%
Segmen harga ini mencerminkan bahwa perempuan cenderung mencari hunian yang terjangkau namun tetap berkualitas, sesuai dengan kebutuhan keluarga atau investasi jangka panjang.
Peran Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Keluarga
Perempuan semakin aktif dalam mengambil keputusan penting, termasuk dalam hal kepemilikan properti. Mereka tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pengelola keuangan keluarga. Hal ini membuat mereka lebih terlibat dalam proses pengajuan KPR dan memilih hunian yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Kesadaran Investasi yang Tinggi
Perempuan juga semakin sadar akan pentingnya investasi properti. Membeli rumah tidak hanya untuk tempat tinggal, tetapi juga sebagai aset yang nilainya bisa meningkat di masa depan. Kesadaran ini mendorong mereka untuk lebih aktif dalam mencari dan mengajukan KPR.
Dominasi perempuan dalam pengajuan KPR mencerminkan perubahan tren di pasar properti. Dengan ketelitian, preferensi terhadap rumah tapak, dan kesadaran investasi yang tinggi, perempuan semakin berperan penting dalam kepemilikan hunian.
Bagi developer dan pihak perbankan, memahami preferensi dan kebutuhan perempuan bisa menjadi kunci untuk menarik lebih banyak calon pembeli.
Bagi Anda yang sedang mencari rumah, pastikan untuk mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk lokasi, harga, dan fasilitas, agar bisa mendapatkan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran. (*/)