SEKITARMAJA.COM, MAJA – Mulai beroperasi sejak Juni 2025 lalu, Bakso Gepeng Afu 88 yang berlokasi di Ruko Legian Citra Maja City ini makin digemari oleh warga sekitar Maja, Lebak. Dalam waktu 2 bulan ini, bakso tersebut sudah dikenal sampai Rangkasbitung, Cileles, Cikande, bahkan Pandeglang.
Tanpa Pengawet
Menurut Thedy sang pemilik, bisnis kuliner ini ia dirikan karena di Maja belum ada usaha bakso gepeng dari bahan daging sapi khas Singkawang ini. Ia memberanikan diri membuka Bakso Gepeng Afu 88 ini karena telah memiliki kenalan baik yang memproduksi bakso berkualitas di daerah Mangga Dua, Jakarta Utara.
“Kekhasannya adalah bentuk baksonya yang gepeng (pipih -red) dan juga ada tambahan tahunya. Kuahnya juga bening jadi berbeda dari bakso-bakso lainnya,” ujar Thedy pada sekitarmaja.com saat ditemui Selasa siang (12/8) di gerainya. Bakso tersebut ialah resep turun temurun selama beberapa generasi yang terjaga cita rasanya.
Kemunculan bakso gepeng pertama kali tercatat di Jakarta yang ditandai dengan dibukanya Bakso Afung yang sekarang namanya demikian besar. Bakso ini sudah berhasil merambah di segmen konsumen menengah atas.
Kualitas bakso gepeng ini terjaga sejak dari pemilihan bahan daging sapinya. Daging sapi yang digunakan pembuatnya hanya daging sapi segar dan kemudian diolah tanpa zat kimia sebagai pengawet yang bisa membahayakan kesehatan seperti boraks. Tidak heran dalam waktu maksimal 4 hari sejak hari pengambilan saja bakso gepeng ini sudah basi dan tak bisa dikonsumsi.

Gepeng Urat Terpopuler
Agar rasa dan teksturnya terjaga, cara dan suhu tempat penyimpanan juga mesti diatur sedemikian rupa dan cermat. “Saya pernah harus membuang bakso karena suhu di mobil terlalu panas. Jika terlalu panas, bakso mudah benyek,” tutur Thedy.
Dari semua jenis bakso dan mie yang disediakan di menu, menurut Thedy yang menjadi andalan ialah bakso gepeng komplit. Juga disediakan pilihan bihun dan kwetiau.
Minya juga khas Singkawang sehingga berbeda dari mi-mi lain. “Mi khas Singkawang kecil, keriting,” terangnya.
Namun, saat ditanya mengenai pilihan terpopuler versi konsumen, Thedy mengatakan yang paling banyak diorder adalah bakso gepeng urat.

Makin Ramai
Menurut Thedy yang sudah bermukim di Maja sejak 3 tahun lalu, Citra Maja City jika dibandingkan saat pertama ia datang sudah mengalami kemajuan.
“Sekolah sudah makin ramai, aktivitasnya juga makin menggeliat, ruko-ruko sekitar sini (Klaster Legian -red) makin ‘hidup’,” pungkasnya.
Dengan akan dibukanya Gereja Bersama dan Masjid Ar-Rahman di Citra Maja City 2 bulan Agustus ini, diharapkan juga Citra Maja City sebagai sebuah kawasan perumahan bisa makin ramai dan menarik lebih banyak orang untuk bermukim dan berbisnis sepertinya. (*/)