
SEKITARMAJA.COM, MAJA – Beberapa pekan terakhir warga Citra Maja City yang merasakan buruknya kinerja PDAM Tirta Kalimaya terutama di akhir pekan mendesak pengembang Ciputra untuk segera mendorong perbaikan dalam pelayanan PDAM dengan cara menunggak Iuran Pemeliharaan Lingkungan (IPL).
Hal ini didasari atas kekecewaan selama bertahun-tahun yang tidak kunjung teratasi dan tidak ada tindakan nyata dari pemerintah setempat dan developer yang bersangkutan. Masyarakat akhirnya yang kembali menjadi korban.
H, salah satu warga Citra Maja City, menyatakan kepada sekitarmaja.com bahwa menurut aturan yang ada dana IPL yang dibayarkan pemilik unit rumah digunakan untuk pembangunan sarana dan prasana perumahan termasuk infrastruktur penyediaan air bersih.
Dalam kenyataannya, kinerja pihak PDAM Tirta Kalimaya terbukti sudah bertahun-tahun kurang memuaskan dan pihak pengembang diharapkan bisa mengambil alih penyediaan air bersih yang sangat vital ini. Ini karena terbukti masalah air adalah salah satu isu utama yang mengganjal perkembangan wilayah Kota Baru Maja ini.
H juga menuntut adanya laporan yang lebih transparan perihal penggunaan dana IPL dari seluruh warga pemilik unit rumah dan ruko di kawasan Citra Maja City.
Menurutnya ada ketidakberesan di lapangan soal penggunaan dana IPL terutama dalam hal penggajian tenaga sekuriti di tiap klaster perumahan yang cuma Rp1,2 juta.
Hal ini diketahui pula dari tuntutan sejumlah petugas keamanan klaster yang mengaku gajinya tak kunjung dinaikkan ke jumlah upah bulanan yang sesuai UMR. Padahal upah standar UMR di Kabupaten Lebak sudah mencapai Rp2,978 juta, yang itu saja adalah UMR terendah di Provinsi Banten.
Untuk menghadapi mogoknya pembayaran IPL oleh sebagian warga CMC ini, pihak developer menawarkan program diskon 1 bulan untuk pembayaran IPL selama 12 bulan sekaligus.
Namun, tetap saja belum ada jaminan dari pengembang bahwa masalah air bersih ini akan teratasi segera di masa datang.
Saat dihubungi soal keluhan matinya pasokan air bersih, perwakilan layanan konsumen milik pengembang hanya menjawab dengan respon seragam yang bernada serupa: “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan hal tersebut akan disampaikan ke pihak PDAM.” (*/)