{"id":1021,"date":"2024-01-24T07:46:08","date_gmt":"2024-01-24T07:46:08","guid":{"rendered":"https:\/\/sekitarmaja.com\/?p=1021"},"modified":"2024-08-09T00:32:14","modified_gmt":"2024-08-08T23:32:14","slug":"banten-bantam-dan-fakta-indonesia-salah-satu-negara-dengan-penduduk-terpendek-di-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sekitarmaja.com\/?p=1021","title":{"rendered":"Banten, Bantam, dan Fakta Indonesia Negara Berpenduduk Terpendek Sedunia"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"558\" src=\"https:\/\/sekitarmaja.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-2024-01-24-at-14.41.44-1024x558.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1022\" srcset=\"https:\/\/sekitarmaja.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-2024-01-24-at-14.41.44-1024x558.png 1024w, https:\/\/sekitarmaja.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-2024-01-24-at-14.41.44-300x163.png 300w, https:\/\/sekitarmaja.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-2024-01-24-at-14.41.44-768x418.png 768w, https:\/\/sekitarmaja.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-2024-01-24-at-14.41.44-1536x837.png 1536w, https:\/\/sekitarmaja.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Screenshot-2024-01-24-at-14.41.44-2048x1115.png 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Apakah benar orang Banten itu pendek-pendek? (Foto: KITLV, Koleksi Digital Univ. Leiden Belanda)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>MAJA, <a href=\"http:\/\/SEKITARMAJA.COM\">SEKITARMAJA.COM<\/a> &#8211;&nbsp; Meski sudah bukan hal yang sama sekali baru, fakta bahwa Indonesia di tahun 2024 ini masih menyandang gelar sebagai salah satu negara dengan penduduk terpendek di seluruh dunia adalah sebuah&nbsp; kenyataan yang memprihatinkan.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_73 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/sekitarmaja.com\/?p=1021\/#Terpendek_di_ASEAN_dan_Dunia\" title=\"Terpendek di ASEAN dan Dunia\">Terpendek di ASEAN dan Dunia<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/sekitarmaja.com\/?p=1021\/#Pendek_Sejak_Dulu\" title=\"Pendek Sejak Dulu\">Pendek Sejak Dulu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/sekitarmaja.com\/?p=1021\/#Dari_Ayam_ke_Ring_Tinju\" title=\"Dari Ayam ke Ring Tinju\">Dari Ayam ke Ring Tinju<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Terpendek_di_ASEAN_dan_Dunia\"><\/span>Terpendek di ASEAN dan Dunia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dilansir dari <a href=\"http:\/\/liputan6.com\">liputan6.com<\/a>, menurut data World Population Review rata-rata tinggi badan orang Indonesia \u2018hanya\u2019 166 cm.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di samping Indonesia, ada sejumlah negara lain yang masuk dalam daftar ini, yakni Bolivia (168 cm), Filipina (165 cm), Vietnam (168 cm), Kamboja (165 cm), Nepal (164 cm), Ekuador (167 cm), Sri Lanka (168 cm), Nigeria (170 cm), Peru (166 cm).<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan untuk di lingkup ASEAN, tinggi badan rata-rata orang Indonesia masih yang terpendek. Singapura 171 cm dan Malaysia 165 cm.<\/p>\n\n\n\n<p>Tinggi badan memang bukan satu-satunya faktor penentu kesehatan atau kesuksesan seseorang dalam kehidupan. Akan tetapi, tinggi badan tidak bisa disangkal lagi adalah juga salah satu indikator penting ketercukupan gizi seseorang saat tumbuh selama periode emas (5 tahun pertama) yang menjadi fondasi penting dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/sekitarmaja.com\/?p=1549\">Mengenang Rumit dan Susahnya Warga Banten Naik Haji di Masa Kolonial Belanda<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pendek_Sejak_Dulu\"><\/span>Pendek Sejak Dulu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sejarah juga membuktikan rekam jejak citra pendek manusia Indonesia. Menurut <a href=\"http:\/\/etymonline.com\">etymonline.com<\/a>, daerah yang sekarang disebut sebagai Banten, dulunya disebut orang Belanda sebagai \u201cBantam\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda menyukai olahraga tinju profesional, pastinya Anda juga pernah mendengar kata yang sama: \u201cbantam\u201d.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai informasi, kelas bantam diperuntukkan bagi petinju dengan berat badan sekitar 53,524 kg\/ 118 lbs. Untuk bantam junior, beratnya 52,163 kg atau 115 lbs. Bantam memang bukan yang terbawah dalam kasta berat badan karena masih ada kelas terbang (50 kg) dan terbang mini atau minimum.<\/p>\n\n\n\n<p>Ternyata usut punya usut, memang asal kata ini adalah nama seorang pejabat Belanda yang ditempatkan di pulau Jawa tepatnya di daerah Banten saat ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Karena orang Belanda mungkin kesulitan mengucapkan kata \u201cBanten\u201d, akhirnya mereka menggunakan kata \u201cBantam\u201d yang terdengar mirip untuk menyebut daerah yang kini menjadi provinsi mandiri di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian kata \u201cbantam\u201d sendiri mulai populer untuk dipakai menyebut varietas ayam betina Indonesia yang ukuran badannya sangat mungil dan ayam-ayam ini diimpor ke luar Jawa dan dikenal dengan ayam \u201cbantam\u201d karena orang Belanda familiar dengan nama pejabat mereka di Banten.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kata tersebut menurut catatan sejarah sudah ditemukan mulai 1749. Jadi umur kata \u201cbantam\u201d ini sudah 275 tahun. Sangat tua!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dari_Ayam_ke_Ring_Tinju\"><\/span>Dari Ayam ke Ring Tinju<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam perkembangannya, kata \u201cbantam\u201d ini kemudian tidak hanya dipakai untuk menyebut ayam betina mini tetapi juga untuk menyebut manusia pendek dan kecil. Perluasan makna tersebut tercatat terjadi mulai tahun 1837, menurut <a href=\"http:\/\/etymonline.com\">etymonline.com<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini masuk akal karena memang Banten adalah daerah miskin sehingga tinggi badan sangatlah terpengaruh oleh status gizi mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ditambah dengan fakta bahwa orang Belanda adalah tak cuma manusia dengan rata-rata tinggi badan tertinggi di Eropa tetapi juga dunia, makin terlihat mungillah manusia-manusia Banten saat itu di mata penjajah Eropa.<\/p>\n\n\n\n<p>Bahkan sampai sekarang ini, orang Belanda mencatatkan rata-rata tinggi badan 184 cm, yang termasuk tertinggi di dunia dan Eropa. Bahkan orang-orang Skandinavia masih kalah tinggi: Denmark (182 cm) dan Norwegia (182 cm) .<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan kata \u201cbantam\u201d di dunia tinju profesional saat ini sudah dimulai sejak tahun 1884. <\/p>\n\n\n\n<p>Kata itu dipilih karena sebagaimana tadi sudah disinggung, kata ini digunakan untuk merujuk pada varietas ayam yang ukuran badannya kecil tapi lebih agresif dan memang dipelihara secara khusus untuk tujuan bertarung. <\/p>\n\n\n\n<p>Dan hal itu mengingatkan orang Eropa dengan petinju-petinju berbadan kecil tetapi sangat lincah dan agresif saat di ring tinju. <\/p>\n\n\n\n<p>Berkaca dari catatan sejarah, tampaknya Banten masih harus berjuang untuk melepaskan diri dari citra pendek. <\/p>\n\n\n\n<p>Karena dari data yang dihimpun <a href=\"https:\/\/databoks.katadata.co.id\/datapublish\/2023\/02\/02\/daftar-prevalensi-balita-stunting-di-indonesia-pada-2022-provinsi-mana-teratas\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"\">katadata<\/a>, persentase kasus balita yang <em>stunting<\/em> di Banten tahun 2022 masih terbilang tinggi yakni 20%. (*\/)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAJA, SEKITARMAJA.COM &#8211;&nbsp; Meski sudah bukan hal yang sama sekali baru, fakta bahwa Indonesia di tahun 2024 ini masih menyandang gelar sebagai salah satu negara dengan penduduk terpendek di seluruh dunia adalah sebuah&nbsp; kenyataan yang memprihatinkan. Terpendek di ASEAN dan Dunia Dilansir dari liputan6.com, menurut data World Population Review rata-rata tinggi badan orang Indonesia \u2018hanya\u2019&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_uag_custom_page_level_css":"","_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"jetpack_post_was_ever_published":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[55,54,58,53,56,57],"class_list":["post-1021","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sejarah","tag-asal-kata-bantam","tag-asal-kata-banten","tag-banten-di-masa-penjajahan-belanda","tag-orang-indonesia-terpendek-sedunia","tag-sejarah-banten","tag-tinggi-badan-orang-banten"],"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"","uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false,"pubnews-featured":false,"pubnews-list":false,"pubnews-thumb":false,"pubnews-small":false,"pubnews-grid":false},"uagb_author_info":{"display_name":"sekitarmaja.com","author_link":"https:\/\/sekitarmaja.com\/?author=1"},"uagb_comment_info":3,"uagb_excerpt":"MAJA, SEKITARMAJA.COM &#8211;&nbsp; Meski sudah bukan hal yang sama sekali baru, fakta bahwa Indonesia di tahun 2024 ini masih menyandang gelar sebagai salah satu negara dengan penduduk terpendek di seluruh dunia adalah sebuah&nbsp; kenyataan yang memprihatinkan. Terpendek di ASEAN dan Dunia Dilansir dari liputan6.com, menurut data World Population Review rata-rata tinggi badan orang Indonesia \u2018hanya\u2019...","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sekitarmaja.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sekitarmaja.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sekitarmaja.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sekitarmaja.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sekitarmaja.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1021"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/sekitarmaja.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1888,"href":"https:\/\/sekitarmaja.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1021\/revisions\/1888"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sekitarmaja.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sekitarmaja.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sekitarmaja.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}